Tag Archives: Gambaran Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Penderita HIV AIDS

Gambaran Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Penderita HIV AIDS di Kelurahan (kode038)

ABSTRAK
AIDS adalah salah satu masalah kesehatan yang sedang dihadapi masyarakat dunia. Ini dilihat dari semakin meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan RI, jumlah kematian akibat AIDS yang tercatat sudah mencapai 3.3 62 orang pada akhir tahun 2008. merupakan kota yang memiliki prevalensi penderita AIDS tertinggi di Sumatera Utara, yaitu sebanyak 430 kasus pada tahun 2008.
Penelitian in bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat awam terhadap penderita HIV/AIDS.di Kelurahan pada tahun
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 105 orang dengan tingkat ketepatan (d) sebesar 0,1. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan metode proportional cluster random sampling. Sampel tersebut kemudian didistribusikan secara merata. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dengan menggunakan program SPSS versi 12.0.
Hasil uji tingkat pengetahuan masyarakat awam tentang HIV/AIDS di Kelurahan sebesar 62,9% dikategorikan baik. Hasil uji sikap masyarakat awam terhadap penderita HIV/AIDS di Kelurahan sebesar 52,4% dikategorikan baik.
Dari hasil uji tersebut maka diharapkan petugas pelayanan kesehatan dan departemen terkait dapat memberikan informasi mengenai HIV/AIDS kepada masyarakat terutama bagi masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah.
Kata kunci: HIV/AIDS, pengetahuan, sikap
HIV/AIDS is one of medical problem faced by the world. This was shown by the increasing of HIV/AIDS’ cases from year to year. Based on Health department’s document of Republic Indonesia, at the end of 2008, the number of people’s death caused by AIDS was 3.362 people. , with approximately 430 cases in 2008, made itself as the highest prevalence of people living with HIV/AIDS city in North Sumatra.
The aim of this study was to apprehend people’s knowledge towards HIV/AIDS and their attitude to people with HIV/AIDS.
This study was a conducted in descriptive observational manner with cross sectional approach. A hundred and five samples were taken with 0,1 as a relative accuracy. The sampling technique was propotional cluster random sampling. Afterwards, samples were distributed equally. Data then were collected by utilizing questionnaire and analyzed by using SPSS verse 12.0.
The result of people’s knowledge in Kelurahan towards HIV/AIDS is 62,9% catagorized as good. The results done in the same manner about attitude towards people living with HIV/AIDS showed 52,4% catagorized as good.
As listed above, health providers and related department are expected to be able to share HIV/AIDS information especially to poor-educated community.
Keywords: HIV/AIDS, knowledge, attitude
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
AIDS adalah salah satu masalah kesehatan yang sedang dihadapi masyarakat dunia. Berdasarkan perkiraan statistik global HIV/AIDS yang diumumkan oleh UNAIDS/WHO pada Juli 2008, jumlah penderita HIV/AIDS di dunia pada akhir tahun 2007 mencapai 33 juta orang.
Epidemi HIV/AIDS di Indonesia saat ini sungguh memprihatinkan. Jika pada tahun 2005 terdapat 5.32 1 kasus HIV/AIDS, akhir tahun 2008 angkanya sudah meningkat tajam menjadi 16.110 kasus. Bila pada tahun 2005 kasus HIV/AIDS hanya ada di 16 provinsi, maka pada akhir tahun 2008 angka penyakit perenggut nyawa ini sudah menjangkiti 32 provinsi dan 214 kabupaten/kota di Indonesia (Triana, 2009). Sedangkan berdasarkan data dari Departemen Kesehatan RI, jumlah kematian akibat AIDS yang tercatat sudah mencapai 3.3 62 orang pada akhir tahun 2008.
Sumatera Utara menduduki peringkat ke-8 dari 33 propinsi di Indonesia dengan jumlah kasus AIDS sebanyak 700 kasus. merupakan kota yang memiliki prevalensi penderita AIDS tertinggi di Sumatera Utara, yaitu sebanyak 430 kasus (Depkes RI, 2008).
Upaya penanggulangan penyebaran infeksi HIV telah banyak dilakukan. Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) setiap tanggal 1 Desember merupakan salah satu kesempatan khusus dimana negara-negara di dunia, termasuk Indonesia melakukan evaluasi terhadap perkembangan epidemi HIV dan upaya penanggulangan yang lebih giat lagi (Depkes RI, 2008).
Hari AIDS sedunia telah diperingati sejak tahun 1988 sampai sekarang dengan mengambil tema-tema kampanye yang dapat meningkatkan pengetahuan akan HIV/AIDS. Salah satunya adalah pada tahun 2002 dan 2003, kampanye hari AIDS sedunia mengambil tema stigma dan diskriminasi. Melalui Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2002 dan 2003, masyarakat diajak agar tidak melakukan
stigmatisasi (memberi cap buruk) dan diskriminasi (mengasingkan, mengucilkan, membeda-bedakan) terhadap orang-orang yang hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA) karena menghambat upaya pencegahan dan perawatan penyakit HIV/AIDS. Stigmatitasi dan diskriminasi pun merupakan perbuatan melawan hukum dan melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) (Harahap, 2003).
Tingkat pengetahuan masyarakat tentang infeksi HIV/AIDS dan cara penularannya menjadi salah satu faktor pendukung sikap masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS . Sebagai langkah awal untuk memperbaiki stigma dan diskriminasi orang-orang yang hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA) dalam upaya penanggulanggan HIV/AIDS, perlu diketahui sejauh mana pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS dan bagaimana sikap masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat awam di Kelurahan tentang HIV/AIDS?
2. Bagaimana gambaran sikap masyarakat awam di Kelurahan terhadap penderita HIV/AIDS?
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS dan gambaran sikap masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS.
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat awam di Kelurahan tentang HIV/AIDS.
2. Mengetahui gambaran sikap masyarakat awam di Kelurahan terhadap penderita HIV/AIDS.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Bagi Masyarakat
1. Masyarakat paham tentang HIV/AIDS dan cara penularannya.
2. Masyarakat paham dampak dari diskriminasi penderita HIV/AIDS.
1.4.2 Bagi petugas kesehatan
Petugas kesehatan yaitu dinas kesehatan, dokter, perawat, fisioterapis, psiko log dan tenaga kesehatan lainnya mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS dan sikap masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS serta dampak diskriminasi tersebut sehingga dapat merencanakan suatu kebijaksanaan untuk menindaklanjutinya.
1.4.3 Bagi peneliti
1. Dapat mengembangkan kemampuan di bidang penelitian serta mengasah kemampuan analisis peneliti.
2. Dapat meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan dampak diskriminasi serta faktor-faktor yang menyebabkan diskriminasi tersebut sulit ditanggulangi. Hal ini dapat mengarahkan peneliti pada pemikiran terhadap solusi demi kebaikan bersama.

silahkan downlod KTI Skripsi dengan judul